Kisah Tante Girang Tangerang

By | November 24, 2017

Kisah Tante Girang Tangerang

Rekan-Rekan berada dalam artikel : Kisah Tante Girang Tangerang
selamat membaca dan menikmati semoga bisa
menambah semangat sobat2 menghadapi hari demi hari….

Untuk sementara waktu artikel tentang : Kisah Tante Girang Tangerang
sedang kami edit ulang untuk kepuasan smua pengunjuang blog.
setelah lengkap dan akurat segera kami posting kembali
artikelnya, trims sebelumnya

Untuk pengganti sementara artikel yang sobat2 cari, admin ganti
dengan cerita plus dibawah ini ya…
semoga ceritanya bisa menghibur sobat-sobat…

Gairah Liar Wanita

Jam weker dimeja kamarku berdering pada jam 09.00 pagi, memang aku mensetting
pada jam itu, karena tadi sampai terdengar adzan subuh aku masih belum bisa
memejamkan mata untuk tidur. Aku menggeliatkan tubuhku terdengar kerotokan pada
pinggangku, dengan malas aku bangkit dari tempat tidur… ups.. aku lupa kalo aku
tadi tidur dengan tubuh telanjang bulat… kulihat tubuhku dari pantulan cermin
besar.. mmm… dalam usia hampir kepala 4, kulihat tubuhku masih bagus dilihat…
buah dadaku yang berukuran bra 36 B masih cukup kenyal, pinggangku masih ramping
tak berlemak, pinggul dan pantatku kata mas Seno, almarhum suamiku adalah bagian
yang terindah dari tubuhku, sangat seksi dan serasi dengan sepasang kakiku yang
panjang… wajahku…? kata mas Seno lagi, katanya wajahku lebih pantas dibilang
seksi daripada cantik… entahlah penilaian lelaki memang susah dijabarkan oleh
perempuan….Sssssshhh… ooohhh… gila, lagi-lagi gairah birahiku meletup dengan
tiba-tiba… di depan cermin besar itu aku meremasi buah dada montokku sendiri
yang kian mengencang… ammpuuuun… sudah 2 hari 2 malam ini aku sangat menderita
karena birahi gila ini… entah berapa belas kali selama 2 hari 2 malam ini aku
bermasturbasi…sampe tubuhku benar-benar loyo.

Bahkan pada hari pertama aku sempat melakukan masturbasi di belakang kemudi
mobil di tengah keramaian jalan tol, saking ngga ketahan… Semalam, dengan
diiringi adegan-adegan syur film bokep koleksi almarhum mas Seno… aku
melampiaskan hasrat birahiku secara swalayan, mungkin lebih dari 10 kali sampai
pagi menjelang…Maka betapa jengkelku, sekarang belum setengah jam mataku terbuka,
gelegak birahi itu meletup lagi… kali ini aku melawan, aku masuk kamar mandi,
kuguyur tubuhku dengan shower air dingin… agak menggigil juga tubuhku…. Aku
memang wanita berlibido tinggi. Sejak ABG aku sudah kenal masturbasi… menjelang
lulus SMU aku mengenal persetubuhan dan berlanjut menjadi doyan disetubuhi… Masa
kuliahku adalah masa euphoria sex, karena aku kuliah di Bandung sementara orang
tuaku di Jakarta… pada awal masa kuliahku, aku pantas dijuluki Pemburu Seks…
beberapa kali aku diusir dari tempat kost yg berbeda, dengan sebab yg hampir
sama… yang aku ingat, sore pulang kuliah diantar teman kuliahku, aku lupa
namanya… pokoknya keturunan Arab… aku lupa bagaimana awal mulanya, aku bisa
nyepong kemaluan Arab ganteng itu di dalam kamarku dalam keadaan pintu ngga
terkunci dan Ipah pembantu ibu kost yg nyinyir itu nyelonong masuk kamarku utk
menaruh pakaianku yg habis diseterikanya… aku tengah terkagum-kagum dengan
volume batang kemaluan Arab ganteng yang lebih besar dari lenganku dan minta
ampun panjangnya.

Malam itu juga aku disidang dan harus keluar dari rumah kost itu. Tapi buatku ga
ada masalah karena malam itu si Arab ganteng memberikan tumpangan sementara di
rumah kontrakannya… tentu saja gairah birahiku yang binal dimanjakan oleh Arab
ganteng itu… sepanjang hari… bahkan sampai beberapa hari aku tinggal di rumah
kontrakan si Arab ganteng yang berantakan… Kejadian yg lain pernah juga tengah
malam, lagi seru-serunya ML sama cowok baruku… tiba-tiba pintu didobrak petugas
ronda yg rupanya sudah lama memperhatikan kebiasaanku masukin cowok malam-malam…
cowokku dengan tengilnya berhasil kabur… sementara aku lagi-lagi terpaksa harus
cari kost baru lagi… Satu lagi yang ga bakal aku lupa, affairku dengan bapak
kost, biar sudah tua tapi ganteng dan handsome.. dan yang membuatku bertekuk
lutut… mmm… aksi ranjangnya boo’… selalu membuatku bangun kesiangan esoknya…
sayang aku menikmati kencan ranjang dengan bapak kost baru tiga kali keburu
ketangkap basah sama istrinya… abis siang bolong bapak itu ngajakin naik ranjang…
apesnya lagi aku ga akan mampu menolak, kalo tetekku sudah kena diremasinya…
baru mau dua kali aku mendapatkan orgasme… eeh…pintu di ketok-ketok dari luar
dan terdengar suara ibu kost memanggil namaku… mendengar itu bapak kost yg
sedang memainkan batang kemaluannya di liang sanggamaku, jadi gugup dan efeknya
justru membuatnya orgasme, untung gak telat nyabut… pejunya berhamburan di atas
perutku banyak sekali…. bisa ditebak endingnya… aku harus angkat kaki dari rumah
kost saat itu juga…

Nasihat sahabat-sahabatku, banyak merubah perilaku seksualku yang liar… Dengan
susah payah aku berhasil menekan hasrat birahiku yang memang luar biasa panas
dan aku mengumbarnya… awalnya mana sanggup aku menahan seminggu tanpa aktivitas
seksual… bakal uring-uringan dan kepala terasa pecah… Sampai akhirnya aku ketemu
dengan mas Seno aktivis mapala kakak kelasku… ngga hanya sosoknya yang jantan…
permainan ranjangnyapun luar biasa… permainannya yang agak kasar, mampu
membuatku mengerang-erang histeris… Aku ga nyesel, harus married dengan mas Seno
karena keburu hamil. Buktinya aku berhasil menyelesaikan kuliah, walaupun sambil
mengasuh Astari buah cintaku dengan mas Seno. Status ekonomi kamipun tergolong
bagus… Sampai akhirnya 5 tahun yg lalu, kecelakaan mobil di jalan tol merenggut
mas Seno dari kami berdua… Selama 5 tahun menjanda, mungkin karena kesibukanku
mengurus dan melanjutkan usaha mas Seno yang sedang menanjak pesat dan
keberadaan Astari anak tunggalku sudah menginjak usia gadis remaja, aku hanya 2
kali terlibat affair dengan lelaki yg berbeda, itupun juga hanya having fun
semata, penyegaran suasana disela-sela kesibukan bisnis… Kehidupan seksualku
datar, tanpa gejolak… sesekali aktivitas masturbasi cukup memuaskanku…

Setelah tubuh terasa segar, kukenakan kimono dan keluar kamar…

” Heee… Ron kamu disini..? kok ga sekolah..?” Kudapati Ronie di belakang
komputer Astari. Ronie adalah kakak kelas Astari yang hampir setahun ini akrab
dengan anak gadisku itu. Anak muda yang sopan dan pandai cerminan produk dari
keluarga yang cukup baik dan mapan.

” Iya tante, saya hari ini kebetulan banyak pelajaran kosong jadi bisa pulang
lebih awal dan tadi Tari minta tolong saya nungguin tante yg lagi sakit.. kali
aja butuh apa-apa” Sahut Ronie sopan, membuatku terharu… Lumayan ngobrol dengan
Ronie, penderitaanku agak berkurang…

” Ron, kamu bisa mijit ga..? tolongin pijitin tante dong bentar… leher tante
kaku…” pintaku ke Ronie tanpa canggung, karena memang kami sudah akrab sekali,
bahkan buatku Ronie kaya anakku sendiri. Ronie duduk menghadap punggungku
pijatan demi pijatan kurasakan… tanpa kusadari sentuhan tangan lelaki muda itu
terasa nikmat selayaknya sentuhan lelaki yang tengah membangkitkan birahi
perempuan… aku mulai mendesah resah… percikan api birahi dengan cepat membakarku
tanpa ampun…. sementara tanpa kusadari kimonoku sudah semakin melorot, terdesak
tangan Ronie yang kini memijit daerah pinggangku, atas permintaanku sendiri
untuk memijit lebih turun…. uuuhh… dadaku terasa sesak.. akibat tete’ku yang
semakin mengencang…. aku ingin ada yang meremasinya… Sssshhh.. ooohhh… gilaaa…
ngga tahaann… kupegang kedua tangan Ronie, tangan kiriku memegang tangan kirinya
dan tangan kananku memegang tangan kanannya kutarik kedepan melingkari tubuhku
dan kutangkupkan di buah dadaku…

” Eehh… tante…?” bisik Ronie bingung dari belakang tubuhku

” Ron… tolong remasi tete’ tante…” desisku resah… merasakan sentuhan tangan
lelaki pada buah dadaku yg tengah mengencang…. Benar-benar hilang sosok Ronie yg
sehari-hari adalah pacar Astari anakku.. yang ada dibenakku saat itu Ronie
adalah lelaki muda bertubuh tegap… Ooouuh… Ronie mulai meremasi kemontokan buah
dadaku…

” Yaaaaahh.. hhh…hhh… enaaaak Ronn.. ulangi lagi sayaaang.. oooohhh….” tubuhku
menggeliat resah… kugapai kepala Ronie dan kutarik ke arah tengkukku yang
terbuka karena rambutku kusanggul keatas… Ronie tak menolak dan melakukan
permintaanku untuk menciumi tengkukku..

” Ciumi leher tante… hhhmmm..sssshhh.. yaaahh.. kecupin sayaaang.. aaaaccchh…
sssshhh..” bisikan dan desah mesraku menuntun Ronie melakukan apa yg kuminta…Aku
makin gemas, tubuhku gemetaran hebat… baju kimonoku tinggal menutupi tubuh
bawahku karena tali pinggangnya masih terikat. Kubalikkan tubuhku, sejenak
kupandangi wajah ganteng Ronie yang matanya terbelalak liar menatap nanar tubuh
bagian depanku dengan mimik ngga karuan. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya
dan dengan penuh gairah kusosot bibir manisnya… anak muda ini gelagapan
menghadapi liarnya bibirku yang mengulum bibirnya dan nakalnya lidahku yang
menggeliat menerobos masuk rongga mulutnya… Tapi insting lelakinya segera
mengantisipasi, segera dapat mengatasi seranganku.

Baju seragam Ronie dengan cepat kulolosi dan… ooohh… dada yg gempal dan bidang
dari salah satu tim inti basket di sekolahnya ini membuat gairahku semakin binal…
Kudorong tubuh Ronie untuk rebah disofa… nafas jantannya mulai tak beraturan..
Mmm… pejantan muda ini mulai mengerang-erang dan tubuhnya menggelepar, tatkala
bibir dan lidahku menjelajahi permukaan kulit dadanya, bungkahan dada jantannya
kuremas dengan gemas.. Aksi bibir dan lidahku terus melata sampai ke pusarnya…
Sssshhh… celananya tampak menggembung besar.. entah ada apa dibaliknya..?
jantungku berdegup semakin kencang melihatnya… dan mataku terbelalak dibuatnya,
sampai aku harus menahan nafas, ketika retsluiting celana abu-abu itu terbuka…
kepala kemaluan jantan menyembul keluar dari batas celana dalamnya…. aku dengan
tergopoh-gopoh karena tak sabar melorotin celana seragam sekalian dengan celana
dalam putihnya sampai ke lutut Ronie… Ooooohhh my God..! teriakku dalam hati…
menyaksikan batang kemaluan Ronie yang mengacung di antara pahanya… begitu macho,
begitu gagah, begitu indah bentuknya… dengan kepala kemaluannya yang besar
tampak mengkilat…

Tanganku terasa gemetaran ketika hendak menyentuh nya… Kembali tubuh Ronie
menggerinjal kecil ketika tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya… aku
makin binal, kudekatkan wajahku untuk mengulum kepala kemaluan yang menggemaskan
itu, sambil tetap tanganku bergerak mengocok batang kemaluannya… mendadak tubuh
tegap itu meregang hebat diiringi erangan keras… dan bibirku yang setengah
terbuka dan tinggal beberapa sentimeter dari kepala kemaluan itu merasakan
semburan cairan hangat dengan menyebarkan aroma khas yg sangat kukenal dan
kurindukan… apalagi kalo bukan peju lelaki… tanganku refleks mengocok batang
kemaluan Ronie makin cepat sambil tanganku yang lain mengurut lembut kantung
pelirnya…

Sementara kubiarkan peju yang sangat kental itu menyembur wajahku…. sesekali
kusambut dengan lidahku… mmmm… rasa khas itu kembali dikecap oleh lidahku…Terus
terang aku sempat kecewa, dengan bobolnya peju Ronie….Tapi beberapa saat batang
kemaluan yang masih dalam genggamanku, kurasakan tak menyusut sedikitpun masih
tetap keras… tanpa buang waktu, aku merangkak diatas tubuh Ronie yang
menggelosoh di sofa… dengan posisi tubuhku jongkok mengangkangi tubuh Ronie, di
atas kemaluan Ronie… kutuntun batang kemaluan perkasa yang masih belepotan peju
itu kearah liang sanggamaku yang sudah basah kuyub dari tadi… wooohh… ternyata
kepala kemaluan itu terlalu besar untuk masuk ke liang sanggamaku… Akhirnya
dengan sedikit menahan perih, akibat otot liang sanggama yang dipaksa membuka
lebih lebar.. kujejalkan dengan sedikit memaksa ke liang sanggamaku yang sudah
tak sabar untuk segera melahap mangsanya….

” Iiiiihhh… bantu dorong sayang…. Oooooowwwwww…” Aku merengek panjang ketika
sedikit demi sedikit amblas juga batang kemaluan Ronie menembus liang sanggamaku..
diiring rasa perih yang menggemaskan…

” Sssshhh… mmmhh… ayun pinggulmu keatas sayaaang..” kembali aku menuntun
pejantan muda ini untuk memulai persetubuhan…

” Aaaww… aahh… ooww.. pelahan duluuu sayaaang… burung kamu gede banget… perih
tauuk..” aku ngedumel manja… ketika Ronie mengayun pinggulnya kuat sekali…
Terasa tubuhku bagaikan baterai yang baru dicharge… aliran energi aneh itu
mengalir menyebar ke seluruh tubuhku… membuat aku semakin binal memainkan
goyangan pinggulku… sementara Ronie ternyata cukup cerdas menyerap pelajaran,
bahkan mampu segera mengembangkan… dengan posisi tubuhku diatas, membuatku
sangat cepat mencapai orgasme… entahlah atau karena besarnya batang kemaluan
Ronie yang menyungkal rapat liang sanggamaku, sehingga seluruh syaraf dinding
liang sanggamaku rata dibesutnya… Luar biasa..! dalam waktu kurang dari lima
menit setelah orgasmeku yg pertama, kembali aku tak dapat menahan jeritku
mengantar rasa nikmatnya orgasme yang kedua… dan… hhwwwoooo…. aaaammmpppuuunnn..!!!!
Rupanya Ronie tak mampu menahan lebih lama bobolnya tanggul pejunya… tubuhku
dihentak-hentaknya kuat sekali… seakan ingin memasukkan seluruh batang kemaluan
sepeler-pelernya ke liang sanggamaku… diiringi erangan mirip suara binatang buas
sekarat…

Aku menangis menyesal setelahnya, berkali-kali Ronie memohon maaf atas kejadian
yang terjadi siang itu…Tapi anehnya gairah seksualku yang meletup-letup tak
terbendung itu, mereda setelah kejadian siang itu… Aktivitas berjalan normal
kembali, tapi sudah hampir seminggu ini, aku tak pernah melihat Ronie datang ke
rumah.

” Dia lagi sibuk Ma… dapat tugas antar jemput saudara sepupunya yang masih SD…”
Jawab Astari ketika aku menanyakan tentang Ronie yang tak pernah muncul… Terus
terang saja, sejak kejadian itu… pikiranku sangat kacau, disisi aku sebagai Mama
Astari aku sangat menyesal dan sedih atas kejadian itu, tapi disisi aku sebagai
seorang wanita yang masih punya hasrat dan naluri betina yang utuh… aku tak
ingin melupakan kejadian itu… bahkan aku berharap kejadian itu terulang lagi….

Hampir sebulan lamanya Ronie tak muncul ke rumah, akupun maklum, Ronie sebagai
remaja hijau, tentu mengalami shock dengan kejadian itu… disitulah muncul rasa
berdosaku kepada Ronie dan Astari anakku… Tapi jujur sejujurnya ada terselip
rasa rinduku memandang wajah anak muda itu… Aku sering mengintip dari balik
gordiyn jendela, saat Astari turun dari boncengan Ronnie… kenapa hatiku berdebar-debar
dan sedikit desiran birahiku menggelegak…

Pikiranku makin kacau… setelah beberapa kali kulihat Ronnie mulai nongkrong lagi
dirumah… kulihat Ronnie masih salah tingkah di depanku, walaupun aku sdh
berusaha menetralisirnya.. iiihhh tapi buat aku… otakku jadi ngeres begitu
melihat wajah Ronnie yg innocent… betapa tidak… terbayanglah ekspresi wajahnya
ketika tengah menyetubuhiku beberapa waktu yang lalu… ekspresi wajahnya yang
begitu sensual dimataku pada saat dia melepas semburan spermanya… suara erangan
dan nafas birahinya seakan nempel ditelingaku… maka kekacauan inilah yang
mendorongku menerima tawaran Adrian seorang rekan bisnisku untuk makan siang di
sebuah hotel berbintang dan setelahnya akupun tak menolak ketika ia mengajakku
memasuki sebuah president suite di hotel itu, dengan alasan untuk mencari
ketenangan membicarakan pekerjaan… walaupun yang terjadi kemudian adalah rayuan-rayuan
mautnya yang kusambut positif… dari remasan tangan… kecupan bibir… jilatan
lidahnya yang nakal pada leherku… desah resahku… remasan gemasku… dan… lolosnya
pakaian kami satu persatu… payudaraku yang mengencang akibat remasan tangan dan
cumbuan bibirnya… hhmmm… jilatannya pada clitorisku… batang kemaluannya yang
berbentuk indah, perkasa… memaksa bibirku untuk mengulumnya… ooowww… nikmat
hentakan tubuhnya menekan tubuhku… sodokan kejantanannya pada liang sanggamaku
mengantarkan kenikmatan orgasmeku dua kali berturut-turut… 2 jam kami melewatkan
waktu untuk making love siang itu, kekaguman Adrian atas permainan ranjangku
yang begitu hot dan lihay… beberapa kali aku berkencan ranjang dengan Adrian
lelaki tinggi besar berstyle dandy… kepuasan sex kuraih dengan sempurna dengan
kelihayannya dia memperlakukan perempuan di atas ranjang… tapi bayangan sensual
wajah bocah innocent bernama Ronnie itu tak juga sirna…

Sampai pada suatu malam hujan turun dengan deras… rupanya malam itu Ronnie
sedang dirumah, berbincang dengan Astari di ruang tamu… sedangkan aku nonton TV
diruang belakang…

” Ma, mas Ronnie mo pulang tuh…” terdengar suara Astari dari belakangku…

” Eh… pulang..? hujannya gede banget, tunggu reda aja.. jauh lagi rumah Ronnie..”
jawabku spontan sambil bangkit dari dudukku berjalan ke ruang depan… kulihat jam
memang sudah terlalu malam untuk bertamu…

” Ronn… ujan begini lebat, udah malem lagi… ntar ada apa-apa di jalan… sudah deh
Mama kasih kamu nginep disini, tidur di kamar atas, besok subuh Mama bangunin
kamu…” ujarku, terdorong rasa sebagai orang tua yg khawatir kepada anaknya…
Ronnie menunduk salah tingkah ga berani menolak..

” Tapi Ronnie harus telpon rumah dulu tante…” sahutnya pelan… dan akhirnya
justru aku yang menelpon kerumah Ronnie memintakan ijin orang tua Ronnie, yang
ternyata menyambut baik…

Malam semakin larut, sementara hujan semakin hebat diserta guntur dan kilatan
petir… Aku tergolek di ranjang, tak dapat memicingkan mata… Siang tadi kembali
Aku melewati kencan ranjang dengan Adrian…. tapi… entah kenapa kali ini… susah
sekali aku mencapai orgasme… sampai 2 kali Adrian menumpahkan spermanya…
sedangkan aku tak sekalipun.. Gilaaa… kenapa justru sekarang wajah bocah itu
yang terbayang-bayang di malam dingin ini… iiihhh… birahiku meletup- letup gila…
ampuuunn… sekarang bocah itu ada dilantai atas… tunggu apa lagi..??? mmmm…
bisikan setan.. aku tak mampu menahan tubuhku yang berjalan manapaki tangga… dan
kini aku di depan pintu kamarnya… tanpa mengetuk kubuka pintu… ternyata
Ronniepun masih belum tidur…

” Ronnie kamu belum tidur..?” tanyaku gagap… kenapa aku jadi salah tingkah
sekarang…?

” Tante juga belum tidur…?” sahutnya… iiihh… jawabannya begitu tegas… aahh…
siapa yg menuntunku duduk diranjangnya… mmm… darahku berdesir ketika tahu mata
Ronnie menatap dada montokku yg memang tak mengenakan bra, sehingga puting
susuku tercetak menonjol dibalik gaun tidurku yg memang berbahan tipis, sehingga
semburat kecoklatan aura puting susukupun nampak jelas, kembali aku kehilangan
kontrol… dan entahlah bagaimana awalnya dan siapa yang mengawali…. bibirku sudah
dalam lumatan bibir Ronnie… sergapan nafsu birahiku tak dapat kuelakkan dan
remasan lembut tangan lelaki muda pada buah dadaku melambungkan gairah seksualku…
gelitikan lidah nakalnya pada puting susuku membuat tubuhku menggeliat erotis
disertai erangan manjaku… satu demi satu pakaian beterbangan meninggalkan tubuh
kami… aku begitu hot dan bergairah mencumbui tubuh pacar anakku itu… tapi aku
sudah melupakan siapa Ronnie, yang aku tahu Ronnie adalah lelaki muda yang siap
memenuhi kebutuhanku ooowww… aku tak menyangka kali ini Ronnie lebih lihay dan
lebih berinisiatip melakukan serangan, sampai aku hampir tak percaya ketika
Ronnie menyurukkan wajahnya di selangkanganku dan mencumbui bibir kemaluanku…

” Ronnn…. sssshhh…. kamu piiiinteer sekarangg… ooohh.. ammpuunn nikmaaaatnyaa…”
desahku merasakan nikmat cumbuan lidahnya pada clitorisku, membuat Ronnie tambah
semangat… Ketika permainan yang sesungguhnya berjalan… sebagai wanita dewasa
yang telah berpengalaman menghadapi gairah lelaki… aku dibuat megap-megap
menghadapi serangan pejantan muda ini… hajaran batang kemaluannya yang perkasa
pada liang sanggamaku tak kenal ampun… membuat aku mengerang merintih bahkan
menjerit setengah histeris… untung suara hujan yang lebat di timpa suara guruh
meredam suaraku…. luluh lantak tubuhku dihajar aksi ganas Ronnie… tapi buatku
adalah sebuah sensasi seksual yg sangat luar biasa.. yang mengantarku meraih dua
kali kenikmatan orgasme…. tubuh telanjang kami terkapar lunglai di ranjang yang
kusut spreinya, tak ada sesal kali ini…

“Ronnie jujur sama Tante… setelah waktu itu kamu maen sama perempuan mana…?”
tanyaku datar dg nada dingin.

” Aaah… nggak, sekali-sekalinya cuma sama Tante Arsanti..” jawab Ronnie agak
gugup menyebut namaku..

” ga mungkin, kamu mendadak bisa begitu canggih mencumbu Tante…?” desakku… dan
akhirnya Ronnie menceritakan pengalaman setelah pengalaman seksualnya yang
pertama, Ronnie banyak nonton blue film dan otak cerdasnya banyak menyerap gaya
dan cara bercinta dari film-film biru yang ditontonnya…

“Mmmmm… kaciaaan… kamu tentunya kangen mencumbu Tante ya sayaang…?” bisikku
sambil kudaratkan kecupanku ke bibirnya, tubuhku bergerak menindih tubuh atletis
Ronnie, tubuhku direngkuh dan tubuh kami menempel ketat… kuajarkan permainan
lembut… mmmm… anak pintar ini dengan cepat menguasai permainan baru yg kuajarkan…
dengan telaten setiap inchi tubuhku dirambahnya dengan remasan, gerayangan
tangannya yang nakal… jilatan dan kecupannya merambah setiap bagian tubuhku yang
sensitif… tubuhku menggeliat erotis… kadang menggelepar liar… rintihanku mulai
terdengar… tak dapat kutahan desah gelisahku… diselingi jeritan gemas…

” Ayo sayaang…hh..hhh… Tante udah ga tahan…” bisikku lembut, setelah aku nggak
tahan lagi merasakan kuluman dan jilatan Ronnie pada clitorisku…

” Aoooouuuhhh… Roooonnn….hhh…hhhh…” suaraku terdengar bergetar memelas… mataku
meredup sayu menatap wajah imut Ronnie, manakala liang sanggamaku untuk kesekian
kalinya ditembus batang kemaluan bongsor milik Ronnie, namun kali ini Ronnie
menekan pelan sekali, sehingga terjadi gesekan nikmaaaaat yang lama sekali…
sehingga kedua kakiku yang melingkari pinggangnya seakan mengejang, tak tahan
menahan kenikmatan yang luar biasa…

“Enaaak Tante..?” bisiknya lembut sambil tersenyum manis, ketika liang
sanggamaku sudah tak ada tempat lagi bagi batang kemaluannya… iiih… menggemaskan
bibirnya… aku menjawab dengan mengangkat alis… bibirku kembali menyambar bibir
yang menggemaskan itu… ciuman dan kuluman panjang dimulai, dorongan gelegak
birahi kami memang luarbiasa, permainan semakin panas dan semakin liar, ekspresi
kami total menyembur tanpa kendali…kembali tubuhku dihentak-hentak oleh tenaga
perkasa Ronnie dengan garangnya… jeritan dan rintihanku silih berganti ditimpa
dengus nafas birahi ronnie yang mengeros buas…

“Aaaahhhkkk…. Roonnnie ssaayaang…. aammppuuunn…ooowww… ssshhh… niiikmaaat
banggeet ssiih…???” rengekku dengan suara memelas, namun tarian pinggulku dengan
gemulai masih dengan sengit mengcounter rajaman batang kemaluan Ronnie di liang
sanggamaku sehingga terdengar bunyi berceprotan di selangkanganku… gillaaa..
susah untuk kuceritakan sensasi malam itu…

“Tante…hhh…hh.. Ronnie ampiir… sssshhh..” desis ronnie dengan suara bergetar…
matanya garang menatapku… iiihhh mengerikan, tapi aku sngat menyukai ekspresi
ini

” Ayoooo sayaanggg…. semburkan bareng Tante… ooouuuuhhhh….!!” Ya ammppuuun…
mengerikan sekali… tubuhku terguncang-guncang hebat, akibat hentakan tubuh
Ronnie menghajar liang sanggamaku pada detik puncak… mulutku menganga lebar
tanpa suara, tanganku mencengkeram erat pinggiran ranjang…. dan entah apa yang
terjadi, karena pada saat itu orgasmekupun meletus dahsyat…

Entah berapa lama suasana hening, hanya suara nafas kami terengah-engah yg
terdengar…. hujan di luar rupanya sudah berhenti juga….

” Tante… boleh Ronnie pulang sekarang, hujan kayanya sudah berhenti…” suara
Ronnie memecah keheningan…

” Hmmm… sebenernya Tante masih pingin meluk kamu, pingin cumbuin kamu sayaaang…
ini ditinggal buat Tante aja yah..?” sambil kuremas batang kemaluan yg masih
sembab…

“Titit kamu buat Tante aja ya sayaang… jangan buat orang lain… apalagi buat
Astari… awas Tante bisa marah besar..” sambungku dengan nada serius… Ronniepun
mengangguk tegas. Kuantar Ronnie ke garasi tempat motornya diparkir, kubiarkan
tubuhku bugil, telanjang bulat…. Gila… digarasi masih sempat kulakukan oral sex…
kutelan habis peju segar yg menyembur di dalam mulutku…. Capek yang luar biasa
kurasakan setelahnya, badan rasanya lengket-lengket dan bau gak jelas…

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *